Sabtu, 15 Januari 2011

nama-nama planet

Nama-nama planet yang ada dalam tata surya diambil dari nama tokoh-tokoh dalam mitologi Romawi. Dulu orang hanya tahu 6 planet. Yaitu bumi dan 5 planet lainnya yang bisa dilihat tanpa teleskop. Kelima planet itu adalah: Venus. Semula orang-orang Romawi menyanjung Venus sebagai dewi musim semi, dewi tanaman anggur, dewi bunga dan sayuran. Tetapi kemudian namanya dikaitkan dengan dewi cinta bangsa Yunani yaitu Aphrodit. Maka seterusnya dia disebut Aphrodit. Planet itu disebut Venus sebab ia planet paling cemerlang di langit kita.

Merkurius adalah planet yang paling cepat gerakannya. Nama yang cocok untuknya adalah dewa perdagangan yang tangkas. Mercurius juga dianggap sebagai utusan para dewa.

Awalnya Mars dianggap sebagai dewa pertanian. Tetapi kemudian namanya dikaitkan dengan Ares, dewa perang bangsa Yunani. Maka akhirnya Mars pun dianggap sebagai dewa perang.

Planet yang paling besar diberi nama Jupiter. Jupiter juga biasa dipanggil Jove. Ia adalah dewa utama. Kalau di Yunani setingkat dengan Zeus. Jupiter anak Saturnus dan Ops. Ia menikah dengan Juno yang juga adik kandungnya.

Saturnus adalah dewa panen. Namanya dikaitkan dengan Kronos, dewa dari Yunani. Saturnus adalah ayah dari Jupiter, Juno, Ceres, Pluto, dan Neptunus.

Planet Uranus baru ditemukan pada tahun 1781. Awalnya ia diberi nama Georgium. Nama itu diambil dari nama Raja George III yang saat itu memerintah di Inggris. Tetapi kemudian diputuskan, nama-nama planet harus diambil dari nama dewa Romawi. Maka planet itu diganti namanya menjadi Uranus. Uranus adalah dewa langit yang beristri Gaea.

Pada tahun 1846 ditemukan planet lagi. Diberilah nama Neptunus Neptunus awalnya dianggap sebagai dewa kesuburan. Tetapi kemudian namanya dikaitkan dengan Poseidon, dewa laut dari Yunani. Lalu Neptunus pun akhirnya dianggap sebagai dewa air.

Planet Pluto baru ditemukan tahun 1930. Namanya diambil dari nama dewa alam baka. Pluto anak Saturnus dan saudara kandung Jupiter dan Neptunus.

sumber:http://www.facebook.com/home.php#!/notes/majalah-bobo/nama-planet/10150093017464208

Rabu, 12 Januari 2011

Love Story

“Dik, kelas 8f itu dimana ya?” tanya seseorang disampingku yang sama sekali tak ku kenali.
“Kelas 8f dibelakang, dekat ruang bk“ jawabku setelah dia tepat didepanku.
“Aduh, saya anak baru disini, saya tidak tahu dimana itu” katanya santai.
“Mari saya antar” tawarku sambil menyimpan kejengkelan. Saya juga kelas 8, kenapa dipanggil dek sih? Mungkin aku berbadan kecil, sehingga aku dipanggil dek. “disini kelas 8f” ucapku setelah kami berdiri tepat di pintu kelas 8f.
“Terimakasih ya” balas anak baru ini. “Namanya siapa dek?” Tanyanya.
“Aku Nickita, kamu Ronald kan? tanyaku memastikan.
“Ya, kok bisa tahu?” tanya ronald.
“Lihat di bajumu. Ouwh Ya, jangan manggil aku dek lagi karena aku juga kelas 8”
Ujarku.
Pembicaraan berakhir saat itu juga, dan ia segera memasuki kelas 8f. Tiba-tiba kudengar suara seseorang memanggilku, kucari-cari dibelakangku tidak ada, disampingku juga tidak ada. Dan beberapa detik kemudian kutemui Tasya memanggilku dari dalam kelas 8f.
“Ada apa? Ada gurunya tuh” ujarku dengan menunjuk guru.
“Sepertinya punya gebetan baru tuh” ledek Tasya.
“Apaan sih. Aneh” segera kubalas ledekan itu dengan tolakkan meski aku berharap begitu. Aku mengharapkan ada cinta yang datang untukku dan cinta itu bukan seperti yang diberikan oleh mantan-mantanku yang terdahulu, hanya membuatku sakit hati.
***** *****
“Nickita.....Nickita.....” sapa ronald dari kejauhan.
“Ia Nald, ada apa?” tanyaku setelah Ronald telah duduk disampingku.
“Aku lihat kamu bersahabat dengan sepupuku ya?” Ronald balik bertanya.
“ya begitulah” jawabku. Syukur saja kemarin Tasya bilang ke aku, kan tidak asal kalau jawab pertanyaan calon gebetan.hee...heee.....
Entah karena apa pembicaraan kami kali ini seperti iklannya beng-beng “asyik beratz”. Bermulai dari pindahan sekolah mana, hingga hal-hal sepele lainnya dan janjian untuk ke Mall yang grand opening di daerah kota Malang ini. Karena pembicaraanku dengan Ronald yang seru tadi membuat harapanku membesar untuk mendekatinya.
Jam 3 sore tepatnya kami berangkat menyusuri jalan-jalan yang berliku-liku dengan obrolan yang seru. Aku kagum dekat dengannya, mana mungkin ada orang yang tidak mengagumi seseorang yang telah memiliki pekerjaan ketika dia masih SMP. Aku turun dari motor yang kami gunakan dan Ronald memakirkan motornya. Segera kami memasukki langkah kami untuk melihat-lihat barang-barang disana. Sempat juga kami memasukki ruangan permainan di lantai teratas dari 5 tingkat lantai. Tentu saja kami tak mensia-siakan waktu itu untur bercanda tawa bersama selayaknya orang pacaran. Dan hal ini berkelanjutan hingga 7 bulan.
***** *****
‘’Aku memang cowok playboy dan aku harap kamu tahu itu, tapi aku sadar kalau aku telah menemukan cinta sejatiku, sejak aku bertemu dengan seseorang dengan tak sengaja, aku ragu, tapi kini aku mencintainnya, sungguh” SMS dari kontak Ronald yang kupunya dan jelasnya aku tersedak kaget, tidak mungkin ia playboy.
“Siapa cinta sejatimu” segera kubalas pesan singkat itu karena ku tak tahan dengan kata-katanya. “Aku benci playboy” teriakku keras dan syukurnya hanya aku di rumah saat ini.
“Ehmmm.......Siapa ya? coba tebak” balasnya setelah beberapa menit.
Hufftttt........ sudah tahu aku benci sama playboy, disuruh nebak lagi. Terpaksa aku tak membalas pesan singkat itu.Dan baru aku ketahui bahwa cinta sejatinya adalah aku dan tentu saja Tasya yang menelponku. Kalau Ronald jelasnya aku tak membalas sapaannya di telpon. Tasya memastikan bahwa Ronald sepupunya bukanlah cowok playboy dan yang mengirim pesan singkat itu tasya sendiri untuk mengungkapkan perasaan Ronald padaku dengan cara yang salah buatku. Hal itu membuatku bingung aku harus percaya pada hatiku sendiri atau sahabatku sejak sd ini. Dan seminggu sudah hari-hariku disekolah tak seindah 7 bulan lalu. Aku kerap menangis sendiri, menyendiri dan ketika Ronald menengokku di kelas aku selalu tak mempedulikannya. Tapi kini aku sadar bahwa ia benar-benar mencintaiku. “Tidak mungkin seorang playboy selalu peduli padaku ketika aku menjauhinya, dan seandainya Ronald adalah playboy pastinya saat ini ia telah memiliki cewek baru”

Sabtu, 08 Januari 2011

BALI’S SURPRISE

Semua orang di dunia ini tentunya sangat menginginkan memiliki banyak teman, tak terkecuali aku. Disekolah SMA 5 Kota Bali, aku memiliki banyak teman,mungkin karena itu kehebatanku. Tapi, tentu saja aku memiliki sahabat-sahabat yang selalu ada untuk menutupi masalah hidupku. Citra, Aulia, dan Bella, mereka adalah sahabatku, tanpa mereka duniaku serasa neraka yang panas.Tak semudah yang aku bayangkan ketika bertemu dengan mereka, sifat kami begitu berbeda dan tibalah suatu hari dimana kami dipertemukan untuk bersahabat. Sejak pertemuan itu kami selalu bersama, bahkan kami membuat persatuan yang biasa disebut Beauty girls. Tapi, semenjak aku dipindahkan sekolah oleh orang tuaku, aku tak tahu bagaimana nasib mereka. Namaku Kirana dan tak diragukan lagi bahwa aku adalah ketua persatuan Beauty girls pernah mendapatkan berita bahwa Persatuan kami telah bubar.

Liburan kenaikan kelas telah dimulai beberapa hari yang lalu, dan aku bertekad akan menjalankan targetku. Target yang aku anggap sangatlah penting dalam hidupku. Pagi hari ini, tepat pukul 8 aku berangkat menuju Bali. Tempat kelahiranku dan dimana aku bertemu dengan Citra, Aulia, dan tentunya si manis Bella. Perjalanan berakhir pukul 9 pagi, segera menuju Hotel, dan menuju rumah Citra.
“Cit....Citra.....” sapaku ketika melihat Citra di depan rumahnya bersama seseorang yang tak asing lagi bagiku.
“Hay......Wooow, ke rumah kok gak sms dulu?” tanya Citra.
“Anggap aja Surprise buat anggota-anggota Beauty Girls” jawabku dengan sedikit keheranan, keheranan itu entah tiba-tiba muncul ketika melihat Citra dan Aulia salah tingkah. “ Kenapa kalian?” tanyaku.
“Engg....Enggak kenapa-kenapa kok Kirana” ucap Aulia yang semakin membuatku keheranan.
“Ayo diminum dulu” tiba-tiba suara yang tak pernah ku dengar menyuruhku meminum segelas sirup yang terlihat sangat merah.
“Makasih bi” ujar Citra.
“Ehmmm.....Pembantu baru nieh?” jadi berapa jumlah pembntumu?” tanyaku dengan sedikit menahan tawa.
“Cuma 2 kok, semuanya pergi gak betah sama tingkah lakumu” jawab Aulia menunjukkan jari tengahnya kepada Citra.
Hari pertama di liburan di Bali kali ini mengasyikkan, tapi yang aku fikirkan selama ini adalah kemana Bella dan apakah benar Beauty Girls telah bubar. Menuju Rumah Bella, itu adalah keputusan terakhirku selama detik ini. Tak bisa tidur, kubuka chat Facebook dan kulihat siapa saja yang online tiba-tiba secercah harapan muncul. Kusapa ia tapi tak semenit kemudian ia sudah ofline.”Bella kenapa kamu ofline? Aku kangen kamu” kata-kata itu yang kubawa hingga mimpiku. Sialnya mimpiku kali ini sangatlah buruk, sepanjang umurku tak pernah kubermimpi seburuk ini. Dalam mimpi aku bertemu dengan Bella, tapi apa yang kulihat tak seindah harapanku. Bella berubah menjadi anak yang egois, sombong dan tak selucu dulu. Alarm clockku menyadarkanku dari mimpi yang membuatku ragu menuju rumah Bella. Apakah karena ini Bella tak bersama Citra dan Aulia lagi.

“tujuanku ke Bali bukan liburan, tapi menyatukan Beauty Girls lagi jika memang mereka telah tak seperti dulu lagi” ucapku dalam hati. Puku delapan lebih tiga pulh menit aku berangkat menuju rumah Bella menaiki Taksi. Dan apa yang aku lihat dirumah yang bernuansa kerajaan ini, hanyalah kekosongan saja. “TIDAAAKKKK” teriakku keras setelah p.supir taksi yang aku kendarai tadi mengatakan bahwa pemilik rumah ini bangkrut dan tidak jelas keberadaanya saat ini dan itu sama saja Bella hilang entah kemana. Sedikit kecewa timbul dihatiku, mungkinkah aku tak bisa berjumpa lagi dengan Bella? Dan kenapa Citra dan Aulia tak mengatakan hal itu padaku.
“Pak ke jalan Raffles perumahan Bali’s home ya” ucapku kepada supir itudengan menahan air mata.
“Ia mbak” jawab supir itu.
Tak kusadari, ternyata supir itu mengawasiku sejak rasa kecewaku timbul karena kutemui rumah Bella dalam keadaan kosong ditambah teman-temanku tak pernah berkata hal ini kepadaku. Tak terasa taksi ini tepat berada di depanrumah Citra.
“Semuanya 200.000 mbak” tagih si supir.
“ouwh ia, ini” segera ku serahkan uang dari sakuku kepada sang supir kare aku tak ingin berlama-lama, aku ingin marah kepada Citra. Citra membuatku geram.
“Citra keluar kamu” teriakku keras.
“Ada apa? Kok marah-marah gitu?” tanya Citra.
“Kamu tahu dimana Bella kan? Dimana dia” jawabku.
“Bella dirumah Aulia, jangan marah-marah gitu dong”
“Di rumah Aulia? Apa benar keluarga Bella bangkrut?” tanyaku
“Bangkrut... wahaha....dapat info darimana” balik tanya Citra.
“Dari supir taksi” jawabku lugu.
“oke, aku akan cerita ...... keluarga Bella memang pernah bangkrut, tapi semenjak P.Budi yang tepatnya lagi sahabat ayah Bella membantu, mereka bekerjasama dalam urusan taksi gitu deh”
“Buktikan” ucapku dengan penasaran.
Tak lama kemudian, muncullah 2 orang yang sela ini aku idamkan Bella dan Aulia datang. Aku segera memeluk Bella dengan rasa persahabatan yang telah lama tak kurasakan. Bella menjelaskan semuanya. Bella, Citra, Aulia ternyata telah merancang semuanya. Aulia tahu kalau aku akan ke bali ketika ia melihat status facebookku yang tak pernah terfikir olehku semenjak aku hanya terfikir oleh Beauty girls, Citra memastikan taksi yang aku gunakan ketika ke rumah Citra pertama hari dan Citra memastikan apakah sama bahwa taksi langganaku tetap, Bella meminta tolong kepada ayahnya untuk membantunya dalam misi mereka, ternyata supir taksi itu adalah saudara sepupu bella. ”Makasih Surprisenya sobat, dan kini aku sadar bahwa persahabatan kita tak bisa terpisahkan”.