“Dik, kelas 8f itu dimana ya?” tanya seseorang disampingku yang sama sekali tak ku kenali.
“Kelas 8f dibelakang, dekat ruang bk“ jawabku setelah dia tepat didepanku.
“Aduh, saya anak baru disini, saya tidak tahu dimana itu” katanya santai.
“Mari saya antar” tawarku sambil menyimpan kejengkelan. Saya juga kelas 8, kenapa dipanggil dek sih? Mungkin aku berbadan kecil, sehingga aku dipanggil dek. “disini kelas 8f” ucapku setelah kami berdiri tepat di pintu kelas 8f.
“Terimakasih ya” balas anak baru ini. “Namanya siapa dek?” Tanyanya.
“Aku Nickita, kamu Ronald kan? tanyaku memastikan.
“Ya, kok bisa tahu?” tanya ronald.
“Lihat di bajumu. Ouwh Ya, jangan manggil aku dek lagi karena aku juga kelas 8”
Ujarku.
Pembicaraan berakhir saat itu juga, dan ia segera memasuki kelas 8f. Tiba-tiba kudengar suara seseorang memanggilku, kucari-cari dibelakangku tidak ada, disampingku juga tidak ada. Dan beberapa detik kemudian kutemui Tasya memanggilku dari dalam kelas 8f.
“Ada apa? Ada gurunya tuh” ujarku dengan menunjuk guru.
“Sepertinya punya gebetan baru tuh” ledek Tasya.
“Apaan sih. Aneh” segera kubalas ledekan itu dengan tolakkan meski aku berharap begitu. Aku mengharapkan ada cinta yang datang untukku dan cinta itu bukan seperti yang diberikan oleh mantan-mantanku yang terdahulu, hanya membuatku sakit hati.
***** *****
“Nickita.....Nickita.....” sapa ronald dari kejauhan.
“Ia Nald, ada apa?” tanyaku setelah Ronald telah duduk disampingku.
“Aku lihat kamu bersahabat dengan sepupuku ya?” Ronald balik bertanya.
“ya begitulah” jawabku. Syukur saja kemarin Tasya bilang ke aku, kan tidak asal kalau jawab pertanyaan calon gebetan.hee...heee.....
Entah karena apa pembicaraan kami kali ini seperti iklannya beng-beng “asyik beratz”. Bermulai dari pindahan sekolah mana, hingga hal-hal sepele lainnya dan janjian untuk ke Mall yang grand opening di daerah kota Malang ini. Karena pembicaraanku dengan Ronald yang seru tadi membuat harapanku membesar untuk mendekatinya.
Jam 3 sore tepatnya kami berangkat menyusuri jalan-jalan yang berliku-liku dengan obrolan yang seru. Aku kagum dekat dengannya, mana mungkin ada orang yang tidak mengagumi seseorang yang telah memiliki pekerjaan ketika dia masih SMP. Aku turun dari motor yang kami gunakan dan Ronald memakirkan motornya. Segera kami memasukki langkah kami untuk melihat-lihat barang-barang disana. Sempat juga kami memasukki ruangan permainan di lantai teratas dari 5 tingkat lantai. Tentu saja kami tak mensia-siakan waktu itu untur bercanda tawa bersama selayaknya orang pacaran. Dan hal ini berkelanjutan hingga 7 bulan.
***** *****
‘’Aku memang cowok playboy dan aku harap kamu tahu itu, tapi aku sadar kalau aku telah menemukan cinta sejatiku, sejak aku bertemu dengan seseorang dengan tak sengaja, aku ragu, tapi kini aku mencintainnya, sungguh” SMS dari kontak Ronald yang kupunya dan jelasnya aku tersedak kaget, tidak mungkin ia playboy.
“Siapa cinta sejatimu” segera kubalas pesan singkat itu karena ku tak tahan dengan kata-katanya. “Aku benci playboy” teriakku keras dan syukurnya hanya aku di rumah saat ini.
“Ehmmm.......Siapa ya? coba tebak” balasnya setelah beberapa menit.
Hufftttt........ sudah tahu aku benci sama playboy, disuruh nebak lagi. Terpaksa aku tak membalas pesan singkat itu.Dan baru aku ketahui bahwa cinta sejatinya adalah aku dan tentu saja Tasya yang menelponku. Kalau Ronald jelasnya aku tak membalas sapaannya di telpon. Tasya memastikan bahwa Ronald sepupunya bukanlah cowok playboy dan yang mengirim pesan singkat itu tasya sendiri untuk mengungkapkan perasaan Ronald padaku dengan cara yang salah buatku. Hal itu membuatku bingung aku harus percaya pada hatiku sendiri atau sahabatku sejak sd ini. Dan seminggu sudah hari-hariku disekolah tak seindah 7 bulan lalu. Aku kerap menangis sendiri, menyendiri dan ketika Ronald menengokku di kelas aku selalu tak mempedulikannya. Tapi kini aku sadar bahwa ia benar-benar mencintaiku. “Tidak mungkin seorang playboy selalu peduli padaku ketika aku menjauhinya, dan seandainya Ronald adalah playboy pastinya saat ini ia telah memiliki cewek baru”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar